KETIKA CINTA HARUS MEMILIH

0
COM
       Perjalanan cinta tidak akan pernah berhenti sebelum janur hijau yang telah menguning melengkung. Jodohku belum tentu kekasihku, mungkin orang lain yang aku juga tak pernah bertemu sebelumnya. Tapi apa salahnya, jika aku berusaha untuk menemukannya sebelum dia yang datang untukku.
Aku sangat menyayangi Farhan, dia kekasihku. Sekitar 5bulan yang lalu dia resmi menjadi pacarku. Dia begitu sangat sopan, pintar dan dia tidak suka dengan rokok. Menurutku dia begitu sangat sempurna, meski aku tau takkan ada manusia sempurna didunia ini. Tapi itulah adanya.
            Farhan begitu sangat memperhatikan aku, menjagaku dan juga nama baikku.
“hari ini temani aku cari buku ya”, ajakku.
“boleh, emang mau cari buku apa?”
“hijabku, itu buku baru rilis. Kata mama bagus banget”
“kamu mau berhijab?”
“belum sih, tapi mungkin”
Aku seorang muslim, tapi aku belum menutupi kepalaku dengan kerudung. Aku tau, itu sebuah kewajiban bagi wanita muslim.
                Pulang sekolah aku dan farhan menuju toko buku yang ku maksud. Disana kami bertemu dengan teman Farhan sewaktu SMP dulu, namanya Shena. dia cantik, putih, rambutnya panjang, jari-jarinya lentik dan badannya sama sekali tidak memperlihatkan gumpalan lemak disudut manapun. mereka bicara, sangat dekat. aku mendengar sedikit pembicaraan mereka.
"apa kabar shen? makin cantik aja kamu"
"haha meski cantik, tapi aku belum bisa jadi gadis sampul han"
oh wanita itu seorang model. pantas pikirku.  aku perlahan pergi seolah tak mendengar percakapan mereka. tiba-tiba farhan memanggilku. aku pun datang dengan senyuman yang tak biasa.
"shen, ini febby. febby ini shena", terang farhan.
aku dan shena saling berjabat tangan. tangannya begitu sangat halus dan senyumannya begitu sangat indah. kemudian aku pergi membayar buku yang ingin ku beli dan shena pun pamit balik duluan.
"sudah bukunya?"
"sudah han"
aku dan farhan pun segera pulang.
"shena itu sahabat kamu ya?"
"iya, sewaktu smp dia teman dekat aku"
"oo kenapa ngga 1 sekolahan?"
"ngga apa-apa"
"dia cantik ya"
"kamu cemburu ya?"
"ngga ah"
"meski dia cantik, tapi kamu tetap yang paling indah kok"
ya aku hanya bisa tersenyum untuk kalimatnya yang 1 itu. aku suka bahkan teramat suka.
            Dirumah, kubuka buku yang baru ku beli tadi. Isinya sangat bermanfaat dan hatiku terasa ingin menjalani kewajibanku sebagai seorang muslimah. Mungkin nanti …
“sudah baca bukunya?”, tanya mama yang tiba-tiba masuk kekamarku.
“sudah ma, ini lagi baca”
Mama tersenyum dan kemudian pergi meninggalkan kamarku. Sepanjang malam, aku hanya membaca buku dan lupa dengan farhan. Setelah selesai membaca, ternyata banyak pesan masuk dari farhan yang ku abaikan. Segera ku telpon farhan.
“farhan maaf”, ucapku memelas.
“emang tadi ngapain?”
“baca buku”
Kami habiskan malam itu dengan celotehan-celotehan seperti malam-malam biasanya. Pada akhirnya aku tertidur dengan pulas.
            Esok paginya, aku segera bergegas untuk pergi sekolah. Tak berapa lama setelah sarapan, farhan datang untuk menjemput. Aku pamit dan pergi menuju sekolah.
“selamat pagi cantik”, ucap farhan.
Aku hanya bisa tersenyum malu. Mungkin hanya farhan yang menganggapku cantik.
“aku mulai memikirkan sesuatu han”, ucapku tiba-tiba.
“apa itu?”
“aku ingin berhijab”
“yakin?”
“mungkin iya”
Kemudian farhan diam tak berkomentar apapun. Aku yakin dia pasti mendukungku atau bahkan sangat mendukung. Mungkin.
Aku dan farhan tidak satu kelas, itu sebabnya kami jarang bicara saat berada disekolah. Kami tidak seperti pasangan-pasangan lain yang harus selalu makan bareng, belajar bareng atau malah ke toilet bareng. Aku juga punya temen yang harus aku beri waktu untuk bersama, Winny. Kami berteman sejak aku duduk dibangku SMA dan kami sudah seperti seorang saudara yang saling mengerti satu sama lain.
“aku udah baca, kelar kok 1 maleman doang”, sambarku memotong lamunan winny.
“eh, baru datang langsung ngomongin itu”
“habisnya ngelamun, lamunin apa?”
“ngga. Jadi gimana?”
“mungkin”
“serius?”
Aku hanya mengangguk dengan arti kata iya. Mungkin aku akan berhijab ketika aku siap. Bagiku, ini keputusan yang bukan untuk jangka pendek. Ketika aku mulai bertekad untuk memakai maka aku tidak akan membukanya lagi. Itu prinsip buatku.
Aku dan winny sesekali melihat farhan yang sedang bermain basket saat jam istirahat. Aku selalu memberinya senyuman saat matanya mulai mencari wajahku. Dia begitu sangat hebat bagiku. Aku tidak membatasi pertemanan farhan, begitu juga farhan. Kami hanya akan saling mendukung jika memang itu yang terbaik. Itu salah satu alasan kenapa aku begitu sangat mengaguminya.
“win, kemarin aku sempat kenalan sama temen smp farhan ditoko buku”
“terus?”
“dia cantik banget. Namanya shena, dia model”
“shena ? oo model majalah ya?”
“mungkin, kok kamu tau?”
“sudahlah itu gak penting. Terus?”
“ya apa yang terus? Yaudah gitu aja”
“kamu cemburu? Haha”
“tidak, kenapa kamu bilang cemburu?”
“biasanya cewek kalo ketemu sama temen lama pacar, jantung suka deg-degan”
“kenapa gitu?”
“ya karna takut direbut”
Ya … aku cuma bisa diam. Mungkin winny benar, aku takut farhan direbut olehnya. Tapi aku percaya farhan, percaya kalau dia akan tetap bersamaku. Dari kejauhan aku melihat farhan berlari kearahku. Farhan terlihat tampan dengan keringat yang bercucuran dibadannya. Ntahlah …
“tidak masuk? Bel sudah bunyi”
“aku pikir kita bisa bareng, kan searah”
“oh kamu nunggu aku?”
“aku sesekali ingin kita jalan berdua dikoridor sekolah”
“haha baiklah”
Farhan tertawa dan langsung merangkulku.
Farhan memang tidak romantis, tapi dia mengerti bagaimana harus memperlakukan aku. Pacar tidak harus yang romantis kan ?
Sepulang sekolah ini, aku berencana akan pergi dengan winny tapi kali ini tanpa farhan. Farhan tidak bisa mengantarkan kami karena ada hal lain yang harus segera diselesaikan, tapi aku sendiri tidak tau tentang apa. Tapi yasudahlah …
Aku dan winny segera pergi ke toko buku, setelah itu kami mampir ke cafe sebentar. Dicafe, aku melihat shena dengan seorang pria yang spertinya tak asing lagi. Iya, itu farhan. Farhan tak mengantarku karna ingin bertemu dengan shena. Aku dan winny segera pergi agar farhan ataupun shena tak melihat kami berada disitu. Entah apa yang kurasa, seperti was-was yang tak berkesudahan. Dia kekasih siapa? Kenapa orang lain yang harus diutamakan? Mungkin karena mereka sudah lebih lama saling kenal atau dulu mereka punya cerita lain? Ntahlah …
Setibanya dirumah, aku melihat mama sedang duduk tenang dengan adikku.
“lesu banget? Habis dari mana mba?”
“dari toko buku. Kamu kok udah dirumah?”
“salah terus kayaknya”
“ma … besok mau hijab ah kesekolah”
“jangan nanggung, kalo emang belum siap yaudah gausah dulu”
“kalo ga cepat-cepat dimulai, mau kapan lagi”
Dengan rasa yakin yang kuat, aku berjalan menuju kamar. Tak berapa lama berada dikamar, farhan menghubungi aku.
“sudah dirumah?”, tanya farhan.
“sudah. Kamu tadi kemana?”
“tadi ketempat temen, ada yang mau dikerjain”
“ketempat temen apa nemui shena?”
“iya tadi ketempat temen, terus shena ngajakin ketemu. Febby kok tau?”
“kenapa gak bilang mau ketemu shena?”
“kenapa sih kamu? Kok jadi kayak dicurigain gini”
“ngerasa dicurigain ya?”
“ah sudahlah, aku mau mandi dulu”
Dengan cepat telepon kami terputus. Aku hanya bisa terdiam.
          Hingga pagi datang lagi, tak juga ada kabar dari farhan. Setelah perbincangan sore itu, farhan benar-benar tak menghubungi aku. Ntah dia marah atau malah menemui shena. Aku juga tidak tau. Segera ku kirim pesan singkat untuknya.
*aku dijemput ga?*
5menit…
*aku sudah disekolah, gasempat jemput*
Miris ! pagi ini harus pergi sendiri. Padahal aku ingin farhan jadi yang pertama melihatku dengan penampilan baru. Hari ini aku mulai dengan hijabku. Pagi ini dengan terpaksa aku harus minta antar papa.
“farhan tidak jemput?”, tanya papa.
“engga pa”
“kenapa? Lagi berantem?”
“papa apaan sih”
“kalau sudah mulai hijab jangan dibuka lagi ya mba”
“iya pa, insyaallah”
Tiba disekolah, melewati parkiran sambil mencari mobil farhan. Ternyata memang sudah sampai. Melewati lapangan basket sambil mencari farhan, tapi tidak ketemu. Aku melanjutkan perjalananku menuju ruang kelas dan disambut hangat oleh sahabatku, winny.
“kenapa cemberut?”
“kami diam-diaman satu malaman ini. Hanya karna hal spele yang aku yakin seharusnya gak jadi kayak gini. Malah tadi pagi aku ga dijemput sama dia”
“yaudah, jangan cemberut lagi. Hijabnya jadi ga terurus lagi tuh haha”
Sedikit aku melupakan farhan, karena harus menanggapi pertanyaan teman-teman yang belum terbiasa melihatku dengan hijab. Teman-teman pada ngedukung penampilan baruku, tapi sampai detik ini aku belum juga mendengar pendapat farhan.
          Seperti biasa, aku dan winny menuju kantin untuk makan siang. Disana aku melihat farhan bersama teman-temannya. Salah seorang temannya melihatku tercengang dan sedikit heran, mungkin dia belum begitu tanda denganku. Kemudian farhan mulai melihatku dan tersenyum. Aku hanya bisa bengong dan mulai terbelalak dengan senyumannya. Aku tidak pernah melihat senyumnya yang sebegitu teduhnya. Farhan menghampiriku dengan sebatang coklat ditangannya.
“hei…kamu tampilan baru ya? Harusnya tadi pagi aku jemput kamu”
“iya, tadi pagi aku dianterin papa”
“nih coklat, aku bukain ya”
“gausah, lagi ga pengen makan coklat sekarang”
“kenapa?”
“aku cuma lagi pengen ngabisin ni bakso”
“yah febby … coklatnya gimana?”
“yaudah aku bawa, ntar kalo udah pengen aku makan”
“aku minta maaf ya feb”
“mau terus ajak aku bicara? Aku mau makan dulu”
Kemudian farhan diam dan hanya bisa melihatku makan bakso. Kemudian sibuk dalam berbalas pesan lewat handphone. Aku juga tidak mau terlalu curiga dengannya, mungkin saja itu teman-temannya atau malah shena? Ah ntahlah…
“nanti kamu aku antar balik ya”
“oke, aku kekelas ya”
“gamau bareng?”
“gausah, tuh temen kamu pada nunggu”
Aku pergi meninggalkan farhan. Ntah apa yang ada dipikiranku, aku begitu sangat kesal dengannya. Winny  hanya bisa tertawa melihat tingkahku, menurutnya aku seperti anak-anak. Tapi menurutku, aku pantas memperlakukannya seperti itu.
          Saat menuju luar kelas, aku melihat farhan sudah menungguku didepan kelas. Tidak seperti biasanya.
“langsung pulang atau mau ke toko buku dulu?”
“tidak. Aku mau makan coklat kamu dulu disini”
“baiklah”
Aku dan farhan duduk di bangku taman depan kelas, dengan memakan sedikit demi sedikit coklat yang ada ditanganku.
“febby kamu jangan marah lagi ya”
“kamu itu jangan mulai bohong sama aku, aku gasuka”
“aku ga bohong febby, aku emang nemuin temen aku”
“shena?”
“itu kemarin dia minta ketemuan sama aku”
“mau apa?”
“dia mau minta bantuan aku untuk buat acara ulangtahunnya nanti”
“terus?”
“yaudah gitu doang”
“terus kamu mau?”
“aku gabisa, yaudah dia minta tolong temen yang lain. Tapi aku dan kamu diundang oleh shena, mau datengkan?”
“kapan?”
“nanti malam”
“hmm yaudah yuk balik”
Kemudian farhan menerima telpon yang perbincangannya agak sedikit membuat aku gelisah.
‘iya, aku masih disekolah. Tungguin aja, pasti kok. Loh emang kenapa? Tapi aku udah ngomong, yah gamungkinlah. Dia pacar aku, yaudah ntar diusahain’
Apapun itu, aku tidak akan membuatnya terlalu tertekan dengan semua rasa curigaku. Walau terkadang aku sangat ingin tau semua tentang kesibukannya, tapi aku tau sikap itu harus ku batasi.
          Hujan dengan petirnya melengkapi malam dingin ini, aku mulai tak berniat untuk pergi ke pesta shena. Tapi aku tak ingin mengecewakan farhan, aku sudah terlanjur janji untuk pergi dengannya. Pesan singkat farhan cukup membuatku tenang dan aku bisa tidur tenang malam ini.
‘sayang, hujan malam ini sangat tidak bersahabat. Masih mau menemaniku tidak? Takutnya orangtua kamu tidak kasih izin, gimana kalau aku pergi sendiri saja? Nanti aku sampein salam kamu buat shena deh’
Langsung ku balas dengan kalimat setuju untuknya.
22.30 farhan belum ada  kabar. Mungkin dia sedang reuni dengan teman lamanya.
23.30 farhan tak membalas pesanku, tak juga mengangkat telepon dariku.
00.00 aku tertidur dengan pikiran tentang farhan. Dia dimana? Sedang bersama siapa? Apa dia tau kalau aku begitu mencemaskannya?
Hingga akhirnya pukul 07.00 , farhan tak juga membalas bahkan menelponku. Aku diam dan seolah tak juga perduli seperti yang dilakukannya.
Disekolah aku langsung menemui winny dan menceritakan semuanya.
“oh iya, aku punya temen yang dulunya satu sekolahan sama farhan dan shena. Kemaren kita cerita-cerita gitu, mau dengar gak? Atau kita langsung jumpai teman aku itu aja?”
Tanpa basa-basi aku dan winny langsung menuju kelas temannya winny yang dimaksud tadi, dia adalah karina.
Karina, tinggi, putih, rambutnya panjang. Hampir sama dengan shena sih, tapi karina masih lebih sopan dalam berpakaian. Karina cerita semuanya tentang farhan dan shena.
“farhan dan shena sahabatan? Bohong banget. Mereka dulu itu pacaran waktu smp dan shena dulunya ga secantik sekarang”, terang karina.
“tapi farhan bilang mereka dulunya sahabatan kok. Terus mereka kenapa bisa putus?”
“mereka ngga putus, shena sempat ngilang dan gaada kabar selama 1tahun lebih. Saat itu shena dan farhan jadian udah hampir sekitar 10bulanan. Farhan sempat nyari-nyari shena tapi gajuga dapat kabar, yaudah hubungannya gajelas gitu aja”
“kok Karin bisa tau?”
“kita dulu temenan sama farhan, tapi sejak farhan sma malah berubah jadi cowok pendiam dan cuek. Berubah drastis”
“oh gitu, tapi sekarangkan shena udah disini lagi. Karin udah ketemu dia?”
“iya tau kok, tadi malam dia kan buat party. Kamu kok gadateng? Farhan dateng loh”
“iya tau, males dateng. Hujannya ga dukung”
“tapi hati-hati aja feb, jangan-jangan shena balikan lagi sama farhan”
“hehe ya kalo itu gatau deh rin yaudah kita balik ya, makasih ya Karin”
Keterangan yang diutarain sama karina beneran buat shock jantung, farhan piter menyembunyikan semuanya. Segera ku temui farhan dikelas, tapi ternyata farhan ngga sekolah. Dia dimana? Ku coba telepon, ternyata ponselnya tak juga aktif. Dia sedang dengan siapa? Shena? Apa mereka balikan lagi? Farhan bener buat aku kahwatir, khawatir akan keadaannya dan juga tentang hatinya. Aku saat ini sedang berada diposisi teratas atau tersingkirkan? ~ to be continued

perantauan negri

0
COM
          Balik lagi ke tanggal 1, balik lagi ke awal bulan, balik lagi ke catatan penting. catatan penting yang mencatat segala keperluan yang akan dipergunakan untuk bulan ini. catatan penting yang dituliskan dalam sebuah buku kecil (kayak badan saya), berwarna orange (kayak jeruk sunkist) dan isinya ga beraturan (kayak hati saya yang gapernah beraturan).
coba pikir, kenapa rata-rata anak perantauan sangat menantikan detik-detik pertukaran bulan. gausah sok mikir deh, udah jelas karna mereka (termasuk saya juga) sedang menantikan saat-saat dimana uang bulanan segera dikirim ke kartu gesek yang dengan nama lainnya dalah ATM.
          Untuk awal bulan kayak sekarang ini, mata anak perantauan mulai bening tak lagi buram. ngeliat makanan bejejer dikantin juga jadi suka ngerasa lapar terus, ngerasa kalo duit bukan persoalan. kenapa? karna duit kocek masih tebel dan gaperlu ngerogo sampe dalem sedalem-dalemnya. awal bulan emang paling ngangenin, apalagi buat kita anak perantauan negri. perantauan negri itu, anak perantauan yang orangtuanya hanya bekerja sebagai pegawai negeri (kayak saya). buat anak perantauan negeri, tanggal 1 bukan tanggal yang terlalu hebat. karna anak perantauan negeri belum bisa menerima kiriman tepat tanggal 1, tapi harus menunggu 2 atau 3 hari dulu untuk bisa menikmati betapa indahnya hidup diawal bulan.
          Sering kali temen suka salah kaprah sama sikap anak perantauan, mereka suka nganggep kalo kita (anak perantauan) itu sok. sok hemat, sok mandiri, sok nabung, padahal terkadang emang iya.
(+) sok hemat. kira-kira udah tepat ditanggal 15, temen sejurusan ngajakin makan di kedai. temen-temen pada doyan makan-makanan yang aneh, yang gapake nasi dan menurut saya itu akan menambah pengeluaran saya nantinya. seandainya saya ikut makan dengan mereka, otomatis saya akan bayar sendiri dengan uang saya. ditambah lagi perut saya yang susah buat diajak hidup susah. maunya diisi terus. meski udah keiisi sama asupan gizi dari makanan tanpa nasi, perut saya minta diisi lagi dengan nasi. pengeluaranpun jadi double.
(+) sok mandiri. waktu harus ngerjain tugas pribadi, otomatis harus ngerjain sendiri-sendiri. kalo udah jadi anak kuliahan, jangan coba-coba buat tugas yang sama kayak punya temen. malu dikatain plagiat. malu ! kalimat sok mandiri itu muncul saat saya harus pergi sendiri beli beberapa bahan praktikum. tempat untuk beli bahan itu cukup jauh dan bahan praktikum belinya kolektifan. karna takut dikata plagiat, saya beli sendiri bahannya dengan tenaga dan nyawa yang tersisa. sampai pada akhirnya saya dikata sok mandiri. anak perantauan jangan ga ngarepin bantuan orang, kita harus saling ngarep. ngarep cinta orang aja boleh, apalagi ngarep bantuan.
(+) sok nabung. saya punya barang yang sangat saya sanjung dikamar kost. bentuknya panjang (bukan seperti badan saya), warnanya merah (kayak wajah saya saat ketemu dia), kalo jatuh suaranya cempreng. itu kaleng yang dulunya berisi astor, berhubung astornya telah tiada kini kalengpun dialih fungsikan menjadi sebuah wadah dengan kegunaan yang baru. celengan. iya celengan kaleng.
dari pada harus ngeluarin duit buat beli celengan, mending pake daur ulang kaleng bekas. kalo saya punya duit sisa makan sekitar 3rb, 2rb, 500perak, 100perak, saya coba masukin kedalam kaleng. pernah tu kaleng udah keisi sampe 53rb, meski keisi cuma dengan uang recehan dan uang seribuan tapi dalam waktu tidak hampir sebulan tu kaleng udah keisi sampe segitu. tanggal semi tua pun datang, sekitar tanggal 20an keatas. duit di ATM tak lagi bisa diambil, dikantong cuma besisa uang 2ribu dan uang 500perak. dalam keadaan kayak gini yang sering buat bingung harus berbuat apa. akhirnya dengan isi kepala yang cerdik, saya bongkar celengan yang jumlahnya agak lumayan. isi celengan saya gunakan untuk makan hingga tanggal dibulan ini habis. sebenarnya, awal niat nabung itu duit mau digunain buat beli yang lain selain beli makanan. tapi apa daya, duit habis dan perut tak bisa diam selalu meringis.
          jadi anak perantauan itu susah-susah sulit. sebenarnya sulitnya datang pas udah mulai tanggal semi tua itu datang. duit mulai krisis. kalo udah kayak gini, kita (anak perantauan) bisa apa? cuma bisa berharap tanggal-tanggal ini bisa diskip sampe tanggal 1 muncul lagi.
selamat tanggal 1 buat semua anak perantauan :)

pacar orang?

0
COM
          Sempet suka mikir hebat waktu pengen berusaha jadi jomblo yang baik-baik. jomblo yang baik-baik itu bukan maksudnya yang beramal, bersedekah. bukan !
kita jomblo, nemu pria perkasa yang sedikit mengguncangkan hati dan buat mata tebelalak. tetiba datang hasrat ingin mengenal bahkan jauh lebih dalam, tapi ada masalah yang menurut beberapa orang itu masalah besar dan beberapa orangnya lagi malah nganggap itu masalah biasa. masalahnya itu, pria perkasa ternyata udah punya kekasih hati. siapa yang ngga patah hati coba, udah nyiapin segala niat eh ujungnya malah tau kalo dia udah ada gandengan. itu namanya sial yang tertunda. jomblo baik-baik itu, jomblo yang ga doyan gangguin pacarnya orang. itu namanya jomblo baik-baik. tapi kalo buat kita yang emang doyan tantangan, malah lebih milih buat nyelesain tantangannya sampe selesai. ingat ya ! sampe selesai, bukan nanggung-nanggung.kalo emang dari awal seneng harusnya gaperlu langsung mundur waktu tau dia udah punya pacar, gaperlu langsung minder waktu tau dia udah punya pacar dan cantik, gaperlu langsung down waktu tau dia udah punya pacar dan hubungan mereka gak sebatas umur jagung. gaperlu !
           Beberapa cewe suka langsung diem dan ngga berkutik saat tau pria yang disenengi udah punya (pengawal) pacar. ya wajar aja sih, siapa yang mau dikata perebut pacar orang? siapa yang mau dikata semacam perempuan ga laku karna senengnya ngerebut barang orang lain? siapa yang mau? tapi kalo yang namanya udah seneng sama yang satu, rasanya pengen yang itu aja. yang lain-lain mati rasa ~
kemaren sempat nanya ke beberapa orang mengenai hal ini, maklum ... saya orangnya emang suka penasaran sama dunia yang beginian. tentang beginian saya hampir jauh diatas rata-rata kata hebat, kalo masalah kuliah? saya harus banyak doa biar ilmunya bisa nempel lebih dari 5menit diotak saya yang penuh cinta ini. saya coba tanya ke beberapa orang, tapi ntah kenapa hanya 3 dari 15 jawaban yang membuat hati saya haru tidak berkesudahan. selebihnya? COPO !
          Saya ngasih satu pertanyaan yang sama kok "seandainya kamu seneng sama cowo yang udah punya pacar, gimana?". mendengar pertanyaan ini, ada beberapa orang yang memberikan reaksi positif bahkan reaksi negatif. ada yang langsung bengek, ada yang langsung mimisan, ada yang langsung nubrukin dirinya ke pohon, ada yang bego kalo percaya, ada yang diam tak berkata, ada juga yang langsung update status "duh gue dike-po-in anak-anak", semua ada.
3 top answer versi saya :
1. kalo gue sih, liat dulu pacarnya. kalo jelek gue deketin, kalo cantik gue nyalon dulu. terus gue deketin cowonya kalo gue udah jauh lebih cantik dari pacarnya (Anonym, 2013).
2. cowonya udah punya pacar? yang udah punya bini aja gue jabanin kalo emang gue seneng, tapi kalo misalnya ga juga luluh... itu urusan lainnya lagi (Anonym, 2012).
3. pacar belum tentu yang terbaik, dia juga bakal mikir kok. siapa yang tau gue jauh lebih banyak punya hal yang buat dia seneng dari pada pacarnya (Anonym, 2013).
yang punya jawaban kayak diatas bukan wanita single loh, mereka itu jomblo. mereka jomblo setelah ditinggal pacarnya. ya mungkin pacarnya direbut orang juga, makanya jadi se-te-gar itu.
hanya itu yang nyenengin hati, selebihnya? "ya ngga lah, pacar orang ga boleh direbut" ~ "ngerebut barang orang itu gabaik" ~ "itu sama kayak maling, tukang curi barang orang".
oke ! mereka pada ngamuk saat saya tanyakan hal kayak begitu. merasa ngga nyaman mungkin ya, merasa takut kalo aja suatu saat keadaan memungkinkan kekasih mereka direbut oleh (SAYA) wanita lain.
      Kata orang tua, meminta maaf adalah pekerjaan yang sangat mulia, lebih mulia lagi jika mau memaafkan. kalo rasa bersalah menghantui, segera minta maaf. kalo engga, yaudah pura-pura gapunya salah aja. tiba-tiba kepikiran sama cewe yang marah kalo ternyata dia diputusin karna pacarnya seneng sama cewe lain. saya juga pernah marah waktu saya tau pacar saya suka sama cewe lain, cewe yang ngga jauh lebih cantik dari saya bahkan ngga jauh lebih sekseh dari saya. cewe itu cuma jauh lebih normal darai saya, gahabis pikir ternyata pacar saya seneng sama cewe yang normal. semnetara saya sendiri? dia udah salah milih saya dan saya udah salah milih dia. intinya saya harus menemukan pria yang gila juga seperti saya dan melanjutkan tulisan ini bukan malah curhat. ada sekitar 2 dari 15 wanita yang punya pemikiran positif mengenai ini dan ini buat saya semakin yakin kalo jadi cewe itu jangan cengeg. jangan cengeng ! "ditinggal pacar karena pacar bertemu dengan wanita yang lain, gimana?"
1. kalo pacar lebih milih yang lain, ya mungkin baginya ada sesuatu yang jauh lebih mampu membuat dia menjadi seorang yang berarti. yang ngelihat gimana kita kan orang lain, bukan kita sendiri. kita hanya bisa minta bantuan cermin untuk melihat diri sendiri (Anonym, 2013).
2. dalam diri setiap manusia takkan ada yang sama. tiap manusia pasti selalu ingin sesuatu yang lebih, kalo menurut dia ada yang jauh lebih baik dari kita dan meninggalkan kita demi itu, biarkan saja. gaperlu buktiin habis-habisan biar dia tau kalo kita lebih baik, cukup jalani apa adanya aja (Anonym, 2013)
yang ini bukan 2 dari 3 wanita jomblo yang diatas, ini jawaban dari wanita lainnya lagi. mungkin mereka udah terlalu sering ditinggal pacar karna ada pihak yang lain. mungkin.
          Jadi sekarang apa? masih seneng sama barang orang? atau malah diem-diem seneng? usaha aja terus, kalo emang rezeki ya jangan lagi ditolak. saya mau bilang ini buat yang lagi ngincer barang orang lain , ini : kalo seneng sama barang orang lain, usahanya jangan nanggung-nanggung. usahanya dikelarin sampe tuntas, tuntas sampe dia putus dan harus jadi sama kamu.
itu bukan lelucon dan itu bukan peribahasa. itu kalimat penyemangat. waktu saya lagi seneng sama barang orang, saya pegang teguh kalimat yang ini. ya mudah-mudahan rezeki, karna rezeki takkan jauh dari orang yang suka berusaha keras dan pantang menyerah.


mulutmu harimaumu

0
COM
jadi ini kejadian saat-saat sedang berada dibangku SMA, 12 IA4. ntah kenapa isi kelas ini layaknya sarang buronan. buronan yang selalu buat msalah dan jadi incaran. incaran guru BK. oke skip, kejadiannya saat mata pelajaran sejarah. ya jujur aja, ntah kenapa saya sangat tidak menyukai sejarah. padahal sejarah banyak mengajarkan saya banyak hal, sejarah pembuatan diri saya sendiri misalnya ~
tibalah saat Bpk.Sejarah tersayang memasuki ruang kelas dan tersenyum pada saya yang tepat duduk di hadapannya (bangku saya tepat berada dipaling depan). dengan wajah yang bersinar dan senyuman yang menawan, beliau sedikit membawa berita tidak menyenangkan.
"hari ini kelas akan dipegang oleh salah satu PPL yang berasal dari universitas bla.bla, semoga enjoy dan tetap semangat ya"
oke saya senyum kegirangan, untung-untung tampan bisa buat cuci otak. tibalah saat dia mulai menepakkan kakinya disarang buronan, satu-satu wajah kami dilihatnya dengan cara saksama dan dengan tempo yang sesingkat-singkatnya. dengan badan yang jangkung, senyum yang tidak menawan dan sikap angkuh yang membuat saya dan sebangku saya (vhebry) agak gerah. iya gerah !!
bla.bla.bla, bicara mengenai hidupnya dan memperkenalkan diri. kemudian satu persatu dari kami diberikan satu pertanyaan yang sama "MENGAPA KALIAN PILIH JURUSAN IPA?", sebenarnya mendengar pertanyaan kayak gini udah biasa aja. yang buat ga nyantai itu, setelah pertanyaan itu... dia melontarkan sebuah kalimat yang mungkin bisa dibilang pelecehan moral, tapi engga juga sih. kalimatnya kira-kira begini "MENAGAPA KALIAN PILIH JURUSAN IPA? SAYA YAKIN, KALIAN PILIH JURUSAN IPA KARENA KALIAN GENGSI ATAU HANYA IKUT-IKUTAN SAJA. JANGAN MUNAFIK" duaaaaaaaaaaaaaaar ! rasanya mau meledak aja nih telinga.
satu persatu menjawab, tapi saya tidak mendengar jawaban yang sepaham dengan saya. mereka hanya menjawab apa adanya, biar ngga menyinggung perasaannya aja sih. tapi ngga buat saya, saya merasa jadi liar setelah mendengar hal-hal yang tidak sesuai.
dan tibalah pada giliran saya, giliran saya untuk bicara, bicara mengenai pendapat saya atas pertanyaan yang agak mengecewakan itu.
"sebelumnya, perkenalkan nama saya Annisa Siregar. sebenarnya alasan saya masuk IPA, karena saya sangat membenci sejarah. seandainya sejarah dihapuskan di sosial, saya akan pilih IPS kok. terimakasih"
oke, dengan senyum yang tak biasa. saya mulai merasa percaya diri dengan kalimat saya, dia seperti merasa bersalah atas ucapan yang pernah diucap. tapi ternyata saya salah kaprah ... dan terjadilah perdebatan yang luar biasa. *A untuk saya , V untuk vhebry (temen sebangku) , S untuk PPL*
S : manusia yang tidak pernah menghargai sejarah, dialah manusia yang tak pernah menghargai hidupnya.
A : kenapa gitu? saya masih saja menghargai hidup saya, saya juga menghargai sejarah yang ada. tapi saya tidak menyukai sejarah, itu aja.
S : apa yang bisa kalian banggakan dengan anak IPA? sementara Bpk. bla.bla yang dari jurusan IPA dan mampu menciptakan sebuah pesawat saja masih tidak mau mensejahterakan negaranya sendiri. malah lebih memilih hidup dinegara lain dan memajukan negara lain. apa itu yang harus dibanggakan?
*oke sejenak saya diam, saya ga tau mengenai sejarah Bpk. bla.bla yang menciptakan pesawat. ya Alhamdulillah temen sebangku ga oon-oon amat kayak saya, dia menjelaskan dengan baik*
V : anda salah, dia bukan tidak mau memajukan negara sendiri. tapi negara yang menolak hasil cipta dia. dia diragukan oleh negara sendiri, tapi sangat diberi peluang oleh negara orang.
A : anda sendiri mau pilih yang mana? menetap dinegara sendiri, dikenal orang sebatas media dan miskin atau pergi kenegara orang, dihargai, dibiayai, sejahtera dan maju? mana? tidak usah munafik, manusia butuh itu semua.
yeeeeeeeeeee, keadaan kelas mulai ramai dengan sahutan-sahutan yang ga jelas. semua berlomba memberi masukan. betapa hebatnya kelas ini. hebat membuat onar. dan ppl tadi? dia hanya bisa bilang "ssst...kondusif!" hahaha .... itu kegiatan bodoh menurutku.
lalu perdebatan ini berakhir dengan bunyinya suara bel panjang dan semua teriak PULAAAAAAANG !!
dalam teriakan itu, PPL hanya bisa bilang DIAM ! TENANG ! KONDUSIF ! dan karena tidak ada yang mendengar, ucapannya berakhir dengan kata SILAHKAN PULANG, SELMAT SIANG!
hahaha dia pasti akan merasa sangat gagal dalam mendidik kami.
ada pesan yang bisa dipetik dari sepenggal kisah ini
1. jangan terlalu membenarkan apa yang telah kamu pilih, setiap orang pasti punya pendapat bahkan pilihannya sendiri.
2. jangan terlalu munafik, duniawi ini takkan pernah lepas dari harta dan tahta.
3. lihat-lihat kondisi, kamu sedang bicara dengan siapa. kami ini hanya anak sekolahan yang masih labil dan sewaktu-waktu masih tak sanggup mengontrol diri apalagi emosi.
4. jaga sikap, kamu harus pintar jaga sikap sesuai dengan tempat kamu berdiri sekarang. kamu boleh anggap kita semua bocah, tapi kamu berdiri didepan kami sebagai seorang pendidik bukan sebagai pengkritik.
5. hargai ucapan orang, jangan sesukamu meski kamu lebih tua. mulutmu harimaumu, sewaktu waktu bisa mencengkram diri sendiri.

semangat ya yang lagi menempuh dunia pendidikan !

Sekolah Dasar (?)

2
COM
Pendidikanku berawal dari Taman Kanak-kanak -> Sekolah Dasar -> Sekolah Menengah Pertama -> Sekolah menengah Atas/Umum dan sekarang udah jadi anak Kuliahan.
ini mau bahas kejadian masa SD, masa yang mungkin belom pernah ngerti caranya main FB, FS, PB, Poker dan jenis lainnya. Kalo SD dulu sih ngertinya cuma main yeye, kejar-kejaran sama main upil. tau gak main upil gimana? main upil itu gini, tar pemainnyakan ada 4orang ... nah yang 4orang tadi lomba ngumpulin upil temen sebanyak-banyaknya, kalo gabisa ngumpulin sampe banyak yang kalah disuruh simpen upil di wadah nasinya. ini permainan yang paling memacu ardenalin, gapernah ya? sama aku juga ...
jadi, masa SD itu yang emang bener-bener belum ngerti galau, hasrat ingin move-on (apalagi), PHP, sama 1lagi LDR. masa SD ngga kenal sama hal begituan. kata orang-orang, anak SD mulai kelihatan puber itu saat-saat duduk dikelas 4, 5 dan 6. itu katanya proses masa centil yang berlebihan dan itu proses yang saya alami.
*kelas 4 SD . kira-kira umur saya 8tahun karna awalnya saya masuk terlalu cepat dari temen yang lainnya. kelas 4 SD dan dengan umur yang masih sangat muda, saya sudah mulai bisa bedain mana abang senior yang ganteng dan mana yang engga. sebut aja namanya Reza. senior kelas 5 yang ganteng dan boleh pake kata banget malah. 1point dulu, kelas 4 SD udah mulai seneng sama kaka kelas dan ngingat itu berasa jadi manusia paling puber kayaknya. ya kalo dulu emang ga kayak sekarang, tau seneng langsung minta PIN, idWechat, Line dan jenis lainnya. kalo dulu, rasa seneng itu cuma bisa dijadiin ajang malu-malu doang. kalo ketemu jadi suka malu-malu, kalo lewat dari kelasnya jadi suka malu-malu, kalo dipanggil adek jadi suka malu-malu, kalo mulai ngerasa salah tingkah jadi suka malu-maluin malah.
*kelas 5 SD . beralih dari kaka kelas ganteng, dia udah mulai sibuk UN buat masuk SMP baru. denger-denger sih dia suka sama temen aku juga, yaudah ujungnya ngga aku perduliin lagi. toh dulu-dulu itu belum ada istilah galau juga. kelas 5 udah bisa beralabuh ke yang lain lagi, eaaaa~ kira-kira umur Alhamdulillah masih sempet nambah jadi 9tahun. hebatnya saya mulai seneng sama temen seangkatan , yasalam ~
kejadiannya gini, waktu jam istirahat saya dan temen lainnya sedang main yeye. kebetulan saya salah satu murid berprestasi untuk permainan yeye tingkat kelas. badan saya kecil, ringan dan paling enak diajakin lompat tinggi setinggi tingginya. ingat sekelak bentuk rok SD deh ~
kira-kira model punya saya dulu kayak gini nih

bentuknya yang berbiku dan agak kembang, itu yang jadi ajang pamer isi tau. bayangin aja, udah tau pake rok tapi masih aja main yeye . yaudah, hasilnya jadi pamer daleman kan? tapi dulu saya pake celana lagi kok, ada celana lagi setelah celana dalem -_-" yaudah gausah dibayangin lah
jadi tibalah saat-saat saya main yeye, hiaaat hap ! gedung 35 lantai 2, saya ngeliat ada orang yang tertawa ngakak bener. cowo yang awalnya aku anggap sebenernya malah lebih mirip sama bodat tapi sebenrnya ganteng kok. oke sebut aja namanya Angga.
"nampak semua dek", teriaknya dari atas. oke, dengan mata layas saya menatap matanya. mulai saat itu aku mulai membenci angga. kalo papasan digerbang sekolah, aku malah buang muka. kalo ketemu dikantin, aku langsung pergi menjauh. kalo ketemu di halaman sekolah, ucapan pertama yang muncul "apa? MATAMU !". ini ga pantes banget sebagai seorang anak sekolah dasar. sejak kejadian itu, aku mulai berhenti main yeye. aku mengundurkan diri dari seorang kapten yeye.
selain bisa main yeye, saya juga bisa jadi seorang drijen ato drigent ato apasih yang buat mimpin lagu itu? itu tu saya jadi pemimpin lagu buat upacara. saat harus memimpin satu sekolahan nyanyi lagu wajib, saya melihat seorang pemimpin kelompok yang agak gagah. ternyata dialah sibodat tadi, Angga.
beberapa kali mulai sering dapat tugas diarea yang sama. pernah juga saat aku jadi pemimpin senam pagi dan ternyata dia yang menjadi pemimpin barisannya. dia murid yang aktif juga ternyata. setelah tau dia aktif, sepertinya saya melihat sisi baik dari dirinya. dia tak pantas buat saya benci atau bahkan saya jauhi . eaaaaaaaa ~
*kelas 6 SD . sebenarnya ini bagian yang paling labil pake banget. mungkin karna sudah mau jadi anak SMP, makanya perasaan udah gede aja. kelas 6 malah udah mulai pake acara dapet ucapan cinta segala. dengan tidak mengurangi rasa hormat, saya mau bilang ini ...
waktu duduk dikelas 6 SD, saya mulai dapat surat cinta. surat cinta itu malah dari orang yang tidak saya duga dan tidak saya pikirkan. betapa hebatnya dia, berani menyatakan perasaan walau hanya dari sebuah tulisan yang disebut surat cinta haha
awalnya gamau cerita masa SD sih, tapi ada temen malah ngingetin saya sama hal yang sangat memalukan atau malah hal geli kayak gini -_-"
Rifki Bagus Afriandi, temen mainnya Angga waktu SD. mereka ada sekitar 5 atau 7 kalo saya gasalah. mungkin cuma mereka yang termasuk cowo-cowo paling kece makanya pada ngumpul gitu, dengan tujuan buat para cewe terpesona. mungkin loh ~
jadi kemaren sempat ketemu sama bagus di FB, dia nge-chat saya dan mengatakan hal yang tidak ingin saya ingat hahaha

mulai curiga, batin mulai gaenak gitu


*jeger* ngakak abis-abisan

jadi dulu dia lah temen seperjuangan Angga hahaha 
betapa anehnya dan betapa lucunya ingat kejadian itu. anak SD udah ngerti surat cinta.
tapi kita gasempet jadian kok, saya masih sadar umur dan yang seneng sama angga juga banyak. kita cuma bisa jadi pencuri pandang dari gedung yang berbeda. kita gaada niat buat jadian dan kita emang bener gaada ngomong apa-apa tentang itu. cuma surat dan tatapan yang tak biasa. kalo saja masa SD itu bisa keulang, aku cuma pengen ngulang buat ngga pernah jadi kapten tim yeye lagi. berasa jadi sekseh belum waktunya. itu aja ~

Trio Layo

3
COM
hemm ... ini kejadiannya (pura-pura) ngga nyata . jadi ada 3 cewe cantik yang bertemu disuatu dusun yang ntah gimana ceritanya mereka bisa sama-sama terdampar disini. 
sebut saja nama mereka, ANI, SARTI dan IDA. gausah ragu lagi deh, mereka sudah bisa dipastiin cantik dengan label SNI kok.
nah, jadi saat awal ketemu masing-masing punya status sendiri.
Ani, punya pacar sih tapi ya karna tuntutan pendidikan makanya harus rela LDR-an.
Sarti, sama aja kok kayak ani.
Ida, mungkin sebut saja dia Jomblo Akut. lamanya ngejomblo ya sebanyak umurnya saat itu.
jadi ... bla.bla.bla
tibalah saat-saat mahkluk LDR-an menuju kehancuran dan kesengsaraan. tak berapa lama Sarti putus dengan mantan calon masadepannya, ani pun menyusul untuk menjadi Jomblo (lagi).
tapi nasib ani tak seberuntung sarti, selang beberapa hari putus dengan prianya ani pun jatuh sakit. ya kata orang dia sakit karna terlalu memikirkan nasib yang harus dia jalani sekarang, Jomblo!! nah itu dia bener ...
sakit dan harus berulangkali dijenguk oleh kedua temannya (sarti dan ida). meski udah dirawat beberapa minggu, ani tak terlihat membaik. dengan kebijakan orangtua, akhirnya ani pulang dan meninggalkan beberapa cerita terbaru mengenai sarti dan ida.
*via phone*
"kapan balik ke layo?"
"mungkin 1minggu lagi"
"banyak cerita nii"
"apaan?"
"nanti aja tunggu kamu balik"
oke ! rasa penasaran mulai membludak. ada apa ya ?
1minggu dan hampir 2minggu, ani pun kembali kedusun tempat bernaung. dibandara, ada 2orang cewe dan 3orang cowo. ini sedikit membuat beberapa pertanyaan sih.
1.kenapa malah jadi banyak yang jemput?
2.awalnya kan mau dijemput sama seorang aja, kenapa malah jadi banyak yang jemput?
3.sarti dan ida kok bisa ikut jemput juga,tadinyakan cuma seorang aja? kenapa malah jadi banyak yang jemput ?
mungkin itu pertanyaan yang berulang tapi penuh makna, yaudah gitu aja.
dengan sumringan yang indah
"aaa aku balik lagi"
yaudah abis peluk-pelukan, salam-salaman, (cium-ciuman ngga sih) mereka langsung caw balik menuju dusun idaman. oke !!
malam pertama dikediaman bedeng ..
* S untuk SARTI * I untuk IDA * A untuk ANI *
S : lama banget pulang, kita punya banyak cerita.
A : emang apa ?
I : masa gangerti kenapa tadi jadi banyak yang jemput?
A : eh ? GEBETAN ????
I : HAHAHAHA (dengan asap-asap panas juga lahar mengalir dari mulutnya)
asli ! Ani sakit, tapi jadi keberuntungan buat mereka. ani sakit dan mereka punya gebetan. sedangkan ani? masih dengan bayangan masalalunya hmmmm
bla.bla.bla 10 11 12 ( itu tanggal jadian, bukan no togel)
hebat, dlm jangka waktu beberapa hari mereka sudah mendapatkan dunia baru, sedang ani ? hmm hanya bisa senyum kemudian mewek kemudian nangis.
yang biasanya kekampus bertiga, tapi kini ani sendiri. yang biasanya makan bertiga, tapi kini ani sendiri.
karna banyak yang prihatin atau lebih tepatnya kasihan sama ani, timbullah beberapa masukan atau pertanyaan atau lebih pasnya celotehan-celotehan yang lumayan bermutu. ingat, lumayan!
"ani kok makannya sekarang udah ga bareng temen lagi?" ~ "iya lagi pengen sendiri aja"
"ani kok kekampus sendirian? temennya mana?" ~ "iya, yang lain pada masuk siang"
"ani malam minggu dikmar aja? tiru sarti dan ida dong, cari pacar" ~ "hmpft"
"ani jomblo sendiri ya? kasian" ~ ini bukan pertanyaann yang butuh jawaban.
"ani cantik, tapi jomblo" ~ ini juga bukan pertanyaan.
tiap sudut jalan, tiap perkumpulan segerombol orang, tiap papasan dengan orang, semua punya pertanyaan yang hampir sama kok. hmm kasihan ani, ani hanya bisa terdiam terpaku dan membisu.
15 12 12 , ntah ada angin apa tiba-tiba hal mustahil baru saja terjadi.
ani yang memang masih sangat menyayangi prianya, kini seperti mendapat cambukan besar. pria ani menginginkan kisah yang sempat tak kelar itu dilanjutkan kembali. intinya ... balikan loh, CLBK gitu.
ani pun bersemi kembali, meski harus LDR-an lagi (gapapa).
26 febuari 2013
ida mulai merasakan kejenuhan yang hampir tak terbendung. ida mulai merasa adanya ketidakcocokan dengan prianya. tiba saatnya untuk ida JOMBLO LAGI ! LAGI !
sementara ani dan sarti masih dengan kemesraan yang membara, ida galau tak berkesudahan. ya inilah siklus hidup.
maret 2013
ani mulai jauh dari prianya, bukan hanya jarak yang jauh tapi juga cinta mereka mulai jauh, jauuuuuuuh!! sebenarnya ani tak inginkan ini, tapi ya prianya tetiba tak ada kabar dan jadilah ani si JOMBLO SEMU. status boleh taken tapi pembuktiannya ? NOL ! ini lebih sakit dari pada harus menyandang jomblo yang bener-bener jomblo. iya gitu.
april 2013
tibalah sarti yang mengalami kehancuran. sarti ternyata punya masalah yang lebih parah dari ani dan ida. gimana kronologinya? ya gausah dicritain deh, tar ni crita ga kelar-kelar. pokoknya mereka putus dan sarti galau !!
4 april 2013
sarti, ida dan ani berkumpul lagi di basecamp (sarang galau). cerita banyak, cerita ini itu dan cerita masalahnya masing-masing. akhirnya mereka menangis bersama (ini bohong).
5 april 2013
mereka bertiga memutuskan untuk makan malam bersama, dan ini kejadiannya seperti saat mereka pertama kali bertemu. ternyata perkumpul malam itu perkumpulan anak-anak jomblo, cantik-cantik sih tapi ya gitu ... JOMBLO ! jadi sering ngeras jadi cewe cantik yang sia-sia, cantik-cantik mubazir gitu, cantik tapi gapunya pacar.
yaudah gitu .. intinya mereka sekarang jomblo (lagi) . itulah siklus ... semua akan kembali keasal hahaha